JAKARTA - Bulan suci Ramadhan 2026 akan segera tiba dan umat muslim tengah mempersiapkan diri.
Selain menyiapkan fisik dan ibadah, memperkuat niat menjadi hal penting yang tidak boleh dilewatkan. Salah satu persiapan utama adalah menghafal bacaan niat puasa agar ibadah berjalan lancar sepanjang bulan.
Mengetahui bacaan niat puasa bukan hanya sekadar ritual, tetapi bagian dari kesempurnaan ibadah. Banyak umat muslim yang masih lupa mengucapkan niat karena tertidur atau kelupaan. Untuk itu, terdapat bacaan niat puasa harian maupun untuk sebulan penuh agar tidak terlewat.
Bacaan niat puasa membantu menjaga konsistensi ibadah dari awal hingga akhir Ramadhan. Dengan niat yang tepat, setiap hari puasa menjadi sah dan bernilai ibadah. Bacaan ini dapat menjadi panduan praktis bagi yang ingin menjalankan puasa dengan fokus dan khusyuk.
Bacaan Niat Puasa Sebulan Penuh
Sesuai panduan Mazhab Maliki, seseorang dapat melantunkan niat puasa untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadhan. “Sehingga tidak perlu memperbarui niat di setiap harinya, dengan alasan puasa Ramadhan itu merupakan satu kesatuan ibadah,” tulis MUI. Bacaan niat puasa sebulan penuh adalah:
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.” Bacaan ini disarankan untuk mengantisipasi lupa atau tertidur, sehingga ibadah tetap sah. Praktik ini memudahkan umat muslim agar bisa fokus beribadah tanpa khawatir melewatkan niat harian.
Dengan niat sebulan penuh, puasa di setiap hari Ramadhan tetap bernilai ibadah. Bacaan ini dapat dilantunkan saat sahur pada malam pertama bulan Ramadhan. Hal ini juga menjadi solusi praktis bagi orang yang memiliki aktivitas padat di pagi hari.
Bacaan Niat Puasa Setiap Hari
Selain niat sebulan penuh, umat muslim dianjurkan tetap membiasakan diri untuk berniat setiap malam. Pendapat Mazhab Syafii menekankan pentingnya niat harian agar ibadah lebih khusyuk. Pelafalan niat bisa dilakukan setelah shalat tarawih atau saat sahur sebelum memulai puasa.
Bacaan niat puasa harian adalah:
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.” Dengan niat harian, setiap individu lebih sadar dan fokus dalam menjalankan puasa. Kebiasaan ini membantu menjaga kualitas ibadah dan menumbuhkan disiplin spiritual.
Pelafalan niat harian juga berguna untuk menanamkan kesadaran setiap malam. Umat muslim diingatkan untuk menegaskan niat agar puasa esok hari diterima. Hal ini menjadi langkah awal untuk memulai ibadah dengan penuh kesungguhan.
Perhitungan Hari Menuju Puasa
Berdasarkan kalender Hijriah 2026, puasa Ramadhan diperkirakan akan dimulai dalam beberapa hari ke depan. Jika dihitung dari saat ini, waktu menuju Ramadhan tinggal satu minggu. Namun, tanggal pasti masih menunggu hasil sidang isbat pemerintah untuk memastikan awal bulan puasa.
Beberapa organisasi keagamaan telah menetapkan metode hisab untuk menentukan 1 Ramadhan. Dengan perhitungan tersebut, awal puasa akan jatuh sekitar seminggu dari sekarang. Informasi ini membantu umat muslim merencanakan persiapan sahur, ibadah, dan kegiatan Ramadhan lainnya.
Mengetahui jumlah hari tersisa hingga Ramadhan penting agar seluruh persiapan bisa matang. Baik fisik, mental, maupun spiritual harus disiapkan. Selain itu, perhitungan ini memudahkan dalam mengatur jadwal ibadah dan aktivitas sehari-hari.
Manfaat Menghafal Niat dan Konsistensi Puasa
Menghafal niat puasa memberikan ketenangan batin dan membantu fokus dalam ibadah. Dengan niat yang kuat, umat muslim dapat menjaga konsistensi menjalankan puasa. Baik menggunakan niat harian maupun sebulan penuh, setiap individu mendapat kemudahan dalam beribadah.
Niat puasa yang dihafalkan juga memudahkan keluarga yang memiliki anak-anak untuk belajar bersama. Orang tua bisa membimbing anak-anak agar terbiasa berniat sejak dini. Hal ini menjadi sarana pendidikan spiritual sekaligus menumbuhkan kedisiplinan beribadah sejak kecil.
Konsistensi niat juga membantu memaksimalkan manfaat puasa secara spiritual. Selain menahan lapar dan haus, puasa menjadi latihan pengendalian diri, kesabaran, dan ibadah kepada Allah. Dengan menggabungkan niat sebulan penuh dan niat harian, ibadah puasa menjadi lebih lancar dan khusyuk.