Garuda Indonesia Siapkan Armada Pesawat Baru Demi Sambut Mudik Lebaran

Selasa, 24 Februari 2026 | 13:12:09 WIB
Garuda Indonesia Siapkan Armada Pesawat Baru Demi Sambut Mudik Lebaran

JAKARTA - PT Garuda Indonesia melakukan reaktivasi 18 pesawat menjelang masa angkutan Lebaran 2026. 

Proses reaktivasi dilakukan melalui PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF). Pesawat yang diaktifkan terdiri dari tiga Airbus A330 Garuda Indonesia dan 15 Airbus A320 Citilink.

Sugiono menjelaskan bahwa pekerjaan ini mencakup berbagai perawatan teknis. Termasuk di antaranya engine performance restoration, High Pressure Turbine blade replacement, dan landing gear overhaul. Setiap pekerjaan dilakukan dengan standar tinggi agar pesawat siap beroperasi dengan aman.

Reaktivasi ini menjadi bagian dari persiapan puncak arus mudik dan balik Lebaran. GMF memastikan setiap pesawat menjalani C05 + 6 Year + 12 Year Inspection. Hasilnya, penyelesaian proyek mencapai 100% sesuai total Turn Around Time (TAT) yang telah disepakati.

Pengerjaan Citilink dan Livery Khusus

Untuk Citilink, GMF menyelesaikan reaktivasi 15 pesawat Airbus A320. Proyek mencakup engine overhaul, engine repair, auxillary power unit overhaul, dan landing gear overhaul. Setiap pesawat diuji untuk memastikan keselamatan dan kinerja optimal.

Selain itu, dua pesawat dilakukan painting special livery dengan registrasi PK-GLY dan PK-GLL. Livery terbaru bertajuk “Semangat Gerak!” menggandeng Aqua untuk menyambut momen Lebaran. Livery ini menjadi simbol kesiapan Citilink menyambut peak season.

Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro, menegaskan kesiapan armada. “Ini untuk kita persiapkan nanti saat peak season masuk ke Ramadan dan Lebaran,” ujarnya. Pesawat akan melayani berbagai destinasi domestik maupun internasional.

Proyek Reaktivasi Tahun 2026

GMF berkomitmen melanjutkan proyek reaktivasi Garuda Indonesia Group pada 2026. Terdapat rencana reaktivasi lima pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia. Selain itu, proyek mencakup 10 pekerjaan engine maintenance, dua pekerjaan APU overhaul, dan satu landing gear overhaul.

Untuk Citilink, GMF menargetkan reaktivasi 20 pesawat. Jumlah tersebut terdiri dari enam ATR72-600 dan 14 Airbus A320. Pekerjaan meliputi 12 engine overhaul dan enam APU overhaul. Langkah ini memastikan kesiapan armada menghadapi arus mudik Lebaran dengan aman dan nyaman.

Seluruh pekerjaan 2025 menjadi fondasi bagi peningkatan TAT dan pengendalian Cost of Poor Quality (COPQ). GMF melakukan berbagai inisiatif continuous improvement. Tujuannya adalah memperkuat manajemen risiko sekaligus meningkatkan efisiensi operasional maskapai.

Kapabilitas dan Ketangguhan GMF

Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menekankan pentingnya proyek reaktivasi. Keberhasilan sepanjang 2025 hingga awal 2026 menunjukkan kapabilitas GMF. Hal ini membuktikan ketangguhan dalam mendukung kesiapan operasional maskapai nasional.

“GMF memastikan setiap pesawat yang kembali beroperasi memenuhi standar airworthiness,” ujarnya. Standar ini menjadi jaminan keselamatan bagi penumpang. Selain itu, kesiapan armada juga memperkuat konektivitas domestik dan internasional.

GMF menggunakan pengalaman reaktivasi sebelumnya untuk meningkatkan kualitas layanan. Evaluasi proyek tahun sebelumnya menjadi bahan perbaikan TAT dan pengendalian risiko. Dengan demikian, operasional pesawat menjadi lebih optimal dan aman bagi masyarakat.

Persiapan Menyambut Peak Season Lebaran

Reaktivasi pesawat menjadi strategi utama menjelang arus mudik Lebaran. Keberadaan armada yang siap membuat perjalanan lebih lancar dan nyaman bagi penumpang. GMF memastikan seluruh pesawat siap melayani rute domestik dan internasional.

Livery khusus Citilink menambah daya tarik dan identitas maskapai. Pesawat yang telah diaktifkan siap mengangkut penumpang dengan layanan prima. Kesiapan ini menjadi bagian dari komitmen Garuda Indonesia Group dalam mendukung transportasi udara yang aman dan terpercaya.

Selain itu, GMF memastikan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar operasional berjalan lancar. Semua persiapan teknis dan manajemen dilakukan secara menyeluruh. Dengan langkah ini, masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik Lebaran tanpa kendala berarti.

Terkini