Penyebab Berat Badan Naik Saat Ramadan yang Sering Tidak Disadari Banyak Orang

Selasa, 03 Maret 2026 | 11:28:23 WIB
Penyebab Berat Badan Naik Saat Ramadan yang Sering Tidak Disadari Banyak Orang

JAKARTA - Perubahan pola makan dan aktivitas selama Ramadan sering membuat jam tidur ikut bergeser. 

Banyak orang merasa kurang tidur akibat sahur dan ibadah malam, tanpa sadar ini berdampak pada kesehatan tubuh. Kondisi ini bisa memicu kenaikan berat badan serta gangguan metabolisme jika tidak diantisipasi.

Perubahan Pola Tidur Selama Puasa

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh, menjelaskan bahwa perubahan jam tidur kerap dipicu kebiasaan begadang hingga sahur. Selain itu, hormon tubuh ikut beradaptasi terhadap jadwal puasa, khususnya hormon kortisol dan melatonin. 

"Selama puasa terjadi perubahan hormon kortisol dan melatonin yang memengaruhi kualitas tidur. Jika ditambah begadang sampai sahur, durasi tidur bisa berkurang dan kualitasnya terganggu," ujarnya.

Perubahan ini tidak hanya membuat tidur malam terganggu, tapi juga memengaruhi ritme siang hari. Orang yang kurang tidur cenderung mengantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi, dan mudah tersinggung. Gangguan tidur yang berlanjut akan mengganggu metabolisme, sehingga berisiko menaikkan berat badan jika pola makan tidak dikontrol.

Dampak Pola Tidur pada Berat Badan dan Metabolisme

Gangguan tidur selama Ramadan dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan regulasi hormon lapar. Lailatul menyebut bahwa peningkatan hormon stres dan konsumsi makanan berlebihan saat berbuka dapat memicu kenaikan berat badan. Selain itu, keseimbangan gula darah juga bisa terganggu jika durasi tidur tidak mencukupi.

Tidak hanya kurang tidur, kelebihan tidur atau tidur siang terlalu lama juga bisa menimbulkan masalah. Dampaknya termasuk pusing saat bangun, gangguan fokus, dan sulit tidur di malam hari. "Metabolisme tubuh pun bisa melambat, terutama jika aktivitas fisik minim, sehingga tubuh terasa lemas," tambah Lailatul.

Selain itu, ketidakseimbangan antara waktu tidur malam dan tidur siang bisa membuat tubuh sulit beradaptasi dengan jadwal sahur dan berbuka. Hal ini berpotensi menurunkan energi dan membuat aktivitas harian terasa berat. Pola tidur yang tidak stabil juga memengaruhi mood, sehingga ibadah dan produktivitas menurun.

Strategi Menjaga Pola Tidur Selama Ramadan

Untuk mencegah gangguan tidur, Lailatul menyarankan agar waktu tidur dimajukan dan kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur dikurangi. Begadang sebaiknya dihindari kecuali ada kebutuhan mendesak. Tidur siang singkat selama 20-30 menit cukup untuk memulihkan energi tanpa mengganggu tidur malam.

Selain itu, konsumsi kafein sebaiknya dibatasi saat berbuka atau menjelang tidur malam. Aktivitas fisik ringan di pagi hari bisa membantu tubuh tetap bugar dan metabolisme terjaga. Sahur sebaiknya mengandung nutrisi seimbang agar energi cukup hingga berbuka tanpa menyebabkan kelebihan kalori.

Kombinasi antara tidur cukup, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik ringan membantu menjaga berat badan tetap stabil. Hal ini juga membuat tubuh lebih siap menjalani ibadah, termasuk sholat tarawih atau kegiatan malam lainnya. Dengan pola tidur yang teratur, tubuh dapat beradaptasi lebih baik terhadap jadwal puasa.

Tips Mengendalikan Berat Badan Selama Ramadan

Selain menjaga tidur, kontrol makanan saat berbuka juga penting untuk mencegah kenaikan berat badan. Pilih menu berbuka dengan gizi seimbang, hindari makanan berlemak tinggi atau gorengan berlebihan. Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan protein sehat agar kenyang lebih lama dan energi tetap stabil.

Makan dengan porsi terkontrol juga membantu metabolisme tetap optimal. Jangan tergoda untuk mengonsumsi terlalu banyak makanan manis atau tinggi kalori sekaligus. Dengan disiplin, tubuh dapat menjaga berat badan dan mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Selain itu, minum air putih cukup sepanjang malam agar metabolisme tubuh tetap berjalan normal. Mengurangi konsumsi minuman manis atau bersoda membantu menstabilkan kadar gula darah. Aktivitas fisik ringan seperti jalan santai atau stretching juga dianjurkan untuk mendukung pembakaran kalori.

Menata Ritme Hidup Selama Ramadan

Ramadan bukan hanya momen menahan lapar dan haus, tetapi juga waktu menata kembali ritme hidup. Pola tidur dan makan yang seimbang menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental. 

"Ramadan adalah momen belajar pengendalian diri, sekaligus melatih kedisiplinan hidup. Tidur yang teratur bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi bagian dari menjaga tubuh. Jadikan Ramadan sebagai bulan menata ritme hidup agar lebih seimbang, sehat, dan berkualitas. Karena ibadah yang optimal lahir dari tubuh yang sehat," tegas Lailatul.

Dengan memperhatikan tidur, makan, dan aktivitas fisik, tubuh tetap bugar meski berpuasa. Kebiasaan ini juga membentuk disiplin yang dapat diterapkan setelah Ramadan. Sehingga kesehatan, energi, dan konsentrasi tetap optimal untuk menjalani aktivitas sehari-hari sekaligus beribadah dengan maksimal.

Terkini