JAKARTA - Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM di seluruh wilayah Indonesia pada Februari 2026.
Penurunan harga terjadi pada lima jenis BBM, termasuk Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green, Dexlite, dan Pertamina Dex. Penyesuaian ini mengacu pada tren harga rata-rata minyak dunia serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Di Jawa Barat, misalnya, harga Pertamax dan Dexlite mengalami penurunan yang signifikan. Setiap daerah di Indonesia bisa mengalami perbedaan harga karena kondisi distribusi dan biaya logistik. Pemerintah dan Pertamina menekankan bahwa kebijakan harga BBM ini berada di bawah kewenangan mereka.
Konsumen dianjurkan mengecek harga secara berkala untuk memastikan harga terkini di SPBU. Penurunan ini menjadi perhatian karena berdampak langsung pada biaya transportasi masyarakat. Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil tanpa perubahan harga.
Daftar Harga BBM Pertamina di Wilayah Sumatera
Di Aceh, Pertamax dipatok Rp12.100 per liter, sementara Pertamax Turbo mencapai Rp13.000 per liter. Dexlite dijual Rp12.350 per liter, Pertamina Dex Rp13.800, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Di Free Trade Zone Sabang, harga Pertamax lebih murah Rp11.100 per liter, sedangkan Dexlite dan Pertalite tetap sama.
Provinsi Sumatera Utara menampilkan harga Pertamax Rp13.000 dan Pertamax Turbo Rp12.100. Dexlite dijual Rp13.550 per liter, Pertamina Dex Rp13.800, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Sementara Sumatera Barat menetapkan Pertamax Rp12.400 dan Pertamax Turbo Rp13.250, mengikuti tren penurunan serupa.
Di Riau dan Kepulauan Riau, harga BBM sama dengan Sumatera Barat, yakni Pertamax Rp12.400 per liter dan Dexlite Rp13.850. Free Trade Zone Batam sedikit lebih rendah, Pertamax Rp11.300 per liter, Dexlite Rp12.550, dan Pertalite tetap Rp10.000. Wilayah Jambi dan Bengkulu mematok harga yang serupa dengan Aceh dan Sumatera Utara, menunjukkan konsistensi penyesuaian harga.
Daftar Harga BBM Pertamina di Wilayah Jawa dan Bali
DKI Jakarta menetapkan Pertamax Rp11.800, Pertamax Turbo Rp12.700, Pertamax Green Rp12.450, Dexlite Rp13.250, dan Pertamina Dex Rp13.500. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar Rp6.800. Banten dan Jawa Barat mengikuti pola yang sama, dengan penurunan signifikan pada Pertamax Turbo dan Pertamax Green.
Jawa Tengah dan DI Yogyakarta menetapkan harga serupa, yaitu Pertamax Rp11.800 dan Pertamax Green Rp12.450. Harga Dexlite Rp13.250, Pertamina Dex Rp13.500, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Jawa Timur dan Bali juga menyesuaikan harga dengan tren nasional, memastikan distribusi harga BBM relatif stabil di Pulau Jawa dan sekitarnya.
Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur menunjukkan perbedaan kecil. NTB menetapkan Pertamax Rp11.800 dan Pertamax Turbo Rp12.700, sedangkan NTT lebih tinggi, Pertamax Rp12.100. Kedua provinsi tetap menjaga harga Pertalite Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800.
Daftar Harga BBM Pertamina di Wilayah Kalimantan dan Sulawesi
Kalimantan Barat mematok Pertamax Rp12.100, Pertamax Turbo Rp13.000, Dexlite Rp13.850, dan Pertamina Dex Rp14.100. Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur sedikit lebih rendah, tetapi pola penurunan harga tetap konsisten. Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara menyesuaikan harga, mengikuti tren nasional.
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat menetapkan harga seragam: Pertamax Rp12.100, Dexlite Rp13.800, Pertamina Dex Rp13.800, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Harga ini menunjukkan koordinasi nasional Pertamina untuk menjaga konsistensi harga BBM di wilayah Sulawesi.
Daftar Harga BBM Pertamina di Wilayah Maluku dan Papua
Maluku menetapkan Pertamax Rp12.650 per liter, Dexlite Rp13.550, Pertalite Rp10.000, dan Biosolar Rp6.800. Maluku Utara sedikit lebih rendah, Pertamax Rp12.100, Dexlite Rp13.550, dan harga lainnya tetap sama. Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya menyesuaikan harga Pertamax antara Rp12.000–Rp12.000 per liter.
Dexlite di seluruh wilayah Papua dijual Rp13.550, sementara Pertalite dan Biosolar tetap stabil di Rp10.000 dan Rp6.800. Harga Pertamina Dex pada Papua Barat dan Papua Barat Daya mencapai Rp13.800 per liter. Penyesuaian harga ini memastikan ketersediaan BBM tetap terjangkau sekaligus menjaga distribusi nasional.
Penurunan Harga BBM dan Dampaknya
Pada Februari 2026 di Jawa Barat, lima jenis BBM mengalami penurunan harga. Pertamax turun Rp550 dari Rp12.350 menjadi Rp11.800 per liter, sedangkan Pertamax Green turun Rp700 menjadi Rp12.450. Pertamax Turbo juga turun Rp700 menjadi Rp12.700 per liter, Dexlite turun Rp250 menjadi Rp13.250, dan Pertamina Dex turun Rp100 menjadi Rp13.500 per liter.
Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil tanpa perubahan harga sejak 2022. Penurunan harga Pertamax Turbo dan Pertamax Green menjadi yang tertinggi di antara BBM lainnya. Dampak penurunan ini langsung dirasakan konsumen karena biaya transportasi menjadi lebih ringan dan inflasi energi dapat sedikit tertekan.
Kebijakan penyesuaian harga ini mencerminkan respons Pertamina terhadap fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. Konsumen diharapkan tetap mengikuti update harga terkini di SPBU. Penyesuaian ini juga memperlihatkan strategi Pertamina menjaga kestabilan pasokan BBM di seluruh Indonesia.