BRMS

BRMS Fokus Ekspansi Demi Meningkatkan Produksi Emas Secara Signifikan

BRMS Fokus Ekspansi Demi Meningkatkan Produksi Emas Secara Signifikan
BRMS Fokus Ekspansi Demi Meningkatkan Produksi Emas Secara Signifikan

JAKARTA - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berencana meningkatkan kapasitas produksi emasnya pada kuartal IV-2026. 

Peningkatan ini dilakukan melalui ekspansi pabrik pengolahan emas di Poboya, Palu, Sulawesi Tengah. Langkah ini diharapkan mendorong pertumbuhan produksi emas perusahaan secara signifikan.

Direktur sekaligus Chief Investor Relations Officer BRMS, Herwin Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa kapasitas pabrik akan ditingkatkan dari 500 ton bijih per hari menjadi 2.000 ton per hari. 

Peningkatan kapasitas ini diproyeksikan memberikan kontribusi nyata terhadap target produksi emas perusahaan sepanjang 2026. Hal ini sekaligus menunjukkan kesiapan BRMS dalam memaksimalkan output fasilitas pengolahan yang ada.

Selain itu, ekspansi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang BRMS untuk menghadapi tantangan produksi global. Perusahaan ingin memastikan bahwa peningkatan kapasitas di pabrik emas dapat berjalan selaras dengan standar operasional dan efisiensi produksi. Dengan cara ini, perusahaan dapat menjaga kualitas dan kuantitas hasil produksi emas.

Rencana Penambangan Bawah Tanah

Herwin menambahkan, BRMS juga akan memulai penambangan emas bawah tanah dengan kadar emas tinggi pada semester kedua 2027. Kadar emas diperkirakan berkisar antara 3,5 hingga 4,9 gram per ton (g/t). Dengan demikian, produksi emas di masa depan akan meningkat secara berkelanjutan.

Penambangan bawah tanah ini diharapkan mampu menambah volume produksi sekaligus meningkatkan nilai ekonomis hasil tambang. BRMS menekankan pentingnya metode penambangan yang efisien dan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan upaya perusahaan menjaga keberlanjutan operasional pertambangan emas.

Langkah tersebut juga menegaskan fokus BRMS untuk diversifikasi sumber produksi emas. Dengan kombinasi pabrik permukaan dan penambangan bawah tanah, perusahaan dapat mengantisipasi fluktuasi produksi. Strategi ini memungkinkan target produksi jangka panjang dapat tercapai dengan lebih stabil.

Target Produksi Emas 2026

BRMS menargetkan produksi emas tahun 2026 mencapai sekitar 80.000 ons (oz). Target ini meningkat signifikan dibandingkan estimasi produksi tahun sebelumnya, yang berada di kisaran 69.000–71.000 ons. Realisasi produksi pada 2024 tercatat sebesar 64.000 ons, menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil.

Peningkatan target produksi sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar emas domestik dan internasional. 

Herwin menekankan bahwa ekspansi kapasitas pabrik akan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian target tersebut. Dengan demikian, perusahaan optimistis dapat mewujudkan rencana produksi yang ambisius ini.

Target produksi juga didukung oleh perencanaan operasional yang matang. BRMS memastikan bahwa setiap tahap produksi, mulai dari pengolahan bijih hingga distribusi emas, berjalan sesuai prosedur standar. Dengan pendekatan ini, perusahaan berharap dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kualitas hasil tambang.

Fasilitas Pinjaman dan Dana Ekspansi

Untuk mendukung rencana ekspansi, BRMS bersama anak usahanya, PT Citra Palu Minerals, memperoleh fasilitas pinjaman sebesar US$ 625 juta dari konsorsium perbankan. 

Dana ini diperuntukkan untuk penyelesaian konstruksi tambang bawah tanah dan peningkatan kapasitas pabrik emas di Palu. Selain itu, dana juga dialokasikan untuk pemboran eksplorasi tembaga skala besar di Gorontalo.

Herwin menjelaskan, fasilitas pinjaman tersebut juga mencakup pelunasan pinjaman jatuh tempo serta kebutuhan modal kerja. Dengan dukungan dana ini, BRMS dapat memastikan kelancaran seluruh proyek ekspansi. Hal ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memperkuat kapasitas produksi dan ekspansi usaha secara berkelanjutan.

Selain itu, penggunaan dana dipastikan sesuai prinsip transparansi dan efisiensi. BRMS menegaskan bahwa setiap alokasi dana akan dipantau ketat agar mendukung pencapaian target produksi. Pendekatan ini juga bertujuan menjaga kredibilitas perusahaan di mata investor dan pemangku kepentingan.

Dampak dan Prospek Produksi Masa Depan

Dengan peningkatan kapasitas pabrik dan penambangan bawah tanah, BRMS optimistis produksi emas akan meningkat secara signifikan. 

Perusahaan menargetkan pertumbuhan tahunan yang stabil, mendukung ekspansi bisnis dan nilai ekonomi bagi pemegang saham. Herwin menyatakan, “Selanjutnya BRMS akan mulai penambangan emas bawah tanah yang berkadar tinggi, artinya produksi emas akan meningkat lagi.”

Ekspansi ini juga membuka peluang bagi pengembangan tenaga kerja lokal dan peningkatan teknologi pertambangan. BRMS berkomitmen menjaga standar keselamatan dan keberlanjutan lingkungan dalam setiap tahap produksi. Dengan demikian, perusahaan siap menghadapi tantangan pasar dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Perusahaan juga menilai bahwa diversifikasi produksi akan membantu mengurangi risiko operasional. Kombinasi pabrik pengolahan bijih dan tambang bawah tanah memungkinkan perusahaan menyeimbangkan volume produksi dan kualitas emas. Strategi ini diharapkan mendorong BRMS menjadi pemain emas yang lebih kompetitif di tingkat global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index