OJK

OJK Pastikan Merger BPR Nusamba Tanjungsari Dukung Pertumbuhan UMKM

OJK Pastikan Merger BPR Nusamba Tanjungsari Dukung Pertumbuhan UMKM
OJK Pastikan Merger BPR Nusamba Tanjungsari Dukung Pertumbuhan UMKM

JAKARTA - Penguatan perbankan mikro di Priangan Timur mendapat dorongan signifikan melalui penggabungan empat BPR menjadi satu entitas baru. 

Langkah ini bertujuan meningkatkan permodalan dan daya saing BPR agar lebih tangguh menghadapi persaingan. Nasabah tetap bisa melakukan transaksi tanpa gangguan terhadap hak dan kewajibannya.

OJK menilai merger ini sebagai strategi tepat untuk menghadirkan BPR yang lebih sehat. Dengan kapasitas yang lebih besar, bank dapat menawarkan produk dan layanan yang lebih inovatif. Transformasi ini juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan mikro.

Selain itu, penggabungan diharapkan mendukung pembiayaan sektor riil, khususnya UMKM. Dengan modal lebih kuat, BPR dapat memberikan kredit lebih luas dan tenor fleksibel. Ini menjadi solusi nyata untuk mendorong pertumbuhan usaha mikro dan kecil.

Empat BPR Melebur Menjadi Satu Entitas

Empat BPR yang digabung menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari adalah PT BPR Nusamba Sukaraja, PT BPR Nusamba Plered, PT BPR Nusamba Singaparna, dan PT BPR Mitra Harmoni Indramayu. Seluruh hak dan kewajiban dari masing-masing BPR dialihkan sepenuhnya kepada entitas baru ini. Nasabah tidak mengalami perubahan layanan dan tetap dapat mengakses semua fasilitas perbankan seperti biasa.

Menurut OJK, proses penggabungan sudah melalui tahapan penilaian menyeluruh. Aspek permodalan, tata kelola, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen telah diperiksa secara ketat. Tujuannya adalah memastikan bank hasil merger mampu beroperasi dengan aman dan efisien.

Kepala OJK Tasikmalaya menyampaikan bahwa penggabungan ini juga untuk meningkatkan kapasitas BPR. Struktur yang lebih solid memungkinkan ekspansi kredit yang lebih luas. Selain itu, entitas baru dapat menawarkan produk perbankan yang lebih beragam dan menarik bagi nasabah.

Dampak Positif bagi UMKM

UMKM menjadi penerima manfaat utama dari penggabungan BPR ini. Kredit yang lebih mudah dijangkau dengan suku bunga kompetitif membantu pelaku usaha berkembang. Tenor pinjaman yang fleksibel memungkinkan pengelolaan arus kas lebih baik dan stabil.

Dengan BPR yang lebih kuat, risiko kredit bermasalah bisa ditekan. Manajemen risiko lebih optimal pada entitas gabungan. Nasabah UMKM tetap memperoleh pembiayaan aman, berkelanjutan, dan mendukung pertumbuhan usaha lokal.

Transformasi BPR juga membuka peluang inovasi produk dan layanan. Produk simpanan dan pinjaman bisa disesuaikan dengan kebutuhan pelaku UMKM. Layanan digital maupun konvensional pun semakin terpadu untuk mendukung pengembangan bisnis secara menyeluruh.

Kinerja BPR Sebelum Merger

Data menunjukkan BPR di Priangan Timur memiliki tren pertumbuhan positif sepanjang tahun sebelumnya. Aset meningkat 3,81% menjadi Rp 3,56 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) juga naik 2,71% menjadi Rp 2,51 triliun, sementara kredit tumbuh 5,62% menjadi Rp 2,81 triliun.

Selain itu, tingkat kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) tetap terkendali. Hal ini menegaskan bahwa penggabungan dilakukan atas fondasi yang sehat. Keberhasilan merger dapat meningkatkan kapasitas layanan dan memperluas akses kredit bagi UMKM.

OJK menekankan pentingnya menjaga stabilitas kinerja BPR. Konsolidasi ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan bank menghadapi tantangan ekonomi lebih luas. Dengan demikian, BPR hasil merger diharapkan lebih efisien, kompetitif, dan berdaya tahan tinggi.

Strategi Penguatan Industri Perbankan Mikro

OJK menegaskan konsolidasi dan transformasi BPR sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Tujuannya adalah membangun industri perbankan mikro yang lebih tangguh dan mampu menopang perekonomian daerah. Entitas gabungan diharapkan mampu memberikan kontribusi optimal bagi sektor riil dan UMKM.

Selain merger, transformasi digital menjadi fokus utama. Teknologi memungkinkan proses pengolahan kredit lebih cepat dan akurat. Layanan perbankan pun menjadi lebih efisien sehingga nasabah UMKM bisa menikmati kemudahan transaksi.

Strategi ini juga mendorong inovasi produk dan layanan BPR. Entitas baru dapat mengembangkan penawaran simpanan, pinjaman, dan produk keuangan lainnya. Dengan konsolidasi dan transformasi, industri perbankan mikro di Priangan Timur semakin siap menghadapi tantangan ekonomi dan mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.

Penggabungan empat BPR menjadi PT BPR Nusamba Tanjungsari menghadirkan manfaat nyata bagi UMKM. Perkuatan permodalan dan efisiensi operasional membuat layanan lebih andal. Nasabah tetap dapat bertransaksi tanpa gangguan, sementara kredit usaha mikro menjadi lebih mudah diakses.

Kinerja BPR sebelum merger yang stabil menjadi fondasi penggabungan yang aman. Transformasi digital dan inovasi produk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Industri BPR kini lebih tangguh, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian lokal maupun nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index