Mayora Indah

Pertumbuhan Penjualan Mayora Indah Tercatat Positif di Tengah Tantangan Bisnis

Pertumbuhan Penjualan Mayora Indah Tercatat Positif di Tengah Tantangan Bisnis
Pertumbuhan Penjualan Mayora Indah Tercatat Positif di Tengah Tantangan Bisnis

JAKARTA - PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) mencatat pertumbuhan penjualan bersih sepanjang 2025 meski laba bersih mengalami sedikit penurunan. 

Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp38,68 triliun, naik 7,23% dibandingkan Rp36,07 triliun pada 2024. “Kami bersyukur penjualan tetap tumbuh, meski laba bersih sedikit menurun,” ungkap manajemen MYOR.

Peningkatan penjualan terjadi di beberapa segmen utama perusahaan, termasuk makanan olahan dalam kemasan dan minuman olahan dalam kemasan. Sebelum eliminasi, segmen makanan olahan mencapai Rp24,14 triliun dan segmen minuman olahan Rp18,25 triliun. Eliminasi penjualan neto tercatat sebesar Rp3,71 triliun yang memengaruhi total penjualan bersih.

Kontribusi pasar domestik masih menjadi tulang punggung MYOR, tercatat mencapai Rp22,83 triliun. Pasar ekspor juga memberikan kontribusi signifikan sebesar Rp15,87 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa strategi distribusi domestik dan ekspor perusahaan tetap seimbang meski menghadapi tantangan pasar global.

Beban Operasional dan Laba Kotor

MYOR mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp30,18 triliun yang cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, beban penjualan tercatat Rp3,88 triliun, sedangkan beban umum dan administrasi sebesar Rp885,63 miliar. Beban bunga yang timbul selama 2025 mencapai Rp593,09 miliar.

Dengan pengurangan beban tersebut, Mayora berhasil membukukan laba kotor sebesar Rp8,49 triliun. Laba sebelum pajak tercatat Rp3,61 triliun. Meski begitu, laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih turun menjadi Rp2,86 triliun.

Manajemen menyebutkan, meski laba bersih menurun, pencapaian laba kotor dan laba sebelum pajak tetap mencerminkan efisiensi operasional perusahaan. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas bisnis jangka panjang. Kombinasi pertumbuhan penjualan dan pengendalian biaya menjadi fokus strategi perusahaan.

Laba Bersih dan Laba Per Saham

Laba bersih MYOR pada 2025 susut 4,5% YoY dari Rp3 triliun pada 2024. Dampaknya, laba per saham juga mengalami penurunan menjadi Rp128,42 per lembar, dibandingkan sebelumnya Rp134,19 per lembar. “Penurunan ini menjadi bahan evaluasi kami untuk menjaga profitabilitas di masa mendatang,” ujar pihak manajemen.

Meski terjadi penurunan laba, pertumbuhan penjualan menunjukkan kemampuan MYOR dalam mempertahankan pangsa pasar. Kinerja ini menjadi indikator bahwa permintaan produk tetap stabil di pasar domestik dan ekspor. Penurunan laba per saham pun dinilai masih wajar mengingat tantangan biaya dan beban operasional.

Perusahaan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara ekspansi penjualan dan pengendalian biaya. Laba bersih tetap menjadi ukuran keberhasilan, tetapi pertumbuhan penjualan juga menjadi tolok ukur kinerja strategis perusahaan. Hal ini sejalan dengan fokus MYOR untuk mempertahankan posisi di pasar global.

Neraca Keuangan dan Struktur Aset

Pada akhir 2025, MYOR mencatat total aset sebesar Rp31,37 triliun. Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp13,01 triliun. Ekuitas perusahaan per 31 Desember 2025 mencapai Rp18,36 triliun, menunjukkan struktur modal yang sehat.

Keseimbangan antara aset dan liabilitas memungkinkan perusahaan untuk tetap fleksibel dalam mengambil keputusan bisnis. Rasio ekuitas yang kuat juga mendukung strategi ekspansi dan investasi jangka panjang. Hal ini menjadi modal penting bagi MYOR menghadapi dinamika pasar di tahun-tahun berikutnya.

Manajemen menyebut, pemeliharaan neraca yang sehat menjadi fokus utama agar dapat terus mengembangkan produk dan memperluas pasar. Struktur keuangan yang kuat memberi peluang bagi perusahaan untuk berinovasi. Hal ini juga menjadi jaminan bagi investor terkait kestabilan MYOR.

Strategi Masa Depan dan Prospek Pertumbuhan

MYOR tetap optimistis menghadapi tantangan tahun depan dengan fokus pada pertumbuhan penjualan dan pengelolaan biaya. Perusahaan akan terus mengembangkan produk unggulan di segmen makanan dan minuman olahan. Selain itu, strategi ekspor juga tetap menjadi prioritas untuk memperluas pangsa pasar internasional.

“Kami percaya kombinasi inovasi produk dan distribusi yang efisien akan menjaga pertumbuhan perusahaan,” ujar manajemen. Upaya meningkatkan efisiensi produksi serta pengendalian beban menjadi kunci untuk memulihkan tren laba bersih. Strategi ini diyakini dapat menghadapi fluktuasi biaya dan permintaan pasar.

Dengan mempertahankan keseimbangan antara pertumbuhan penjualan dan pengendalian biaya, MYOR optimis prospek bisnis tetap positif. 

Fokus jangka panjang pada inovasi produk, ekspansi pasar, dan efisiensi operasional menjadi strategi utama perusahaan. Hal ini menegaskan posisi Mayora Indah sebagai pemain penting di industri makanan dan minuman.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index