HRTA Catat Tren Kenaikan Permintaan Emas di Periode Lebaran 2026

Rabu, 11 Maret 2026 | 14:58:52 WIB
HRTA Catat Tren Kenaikan Permintaan Emas di Periode Lebaran 2026

JAKARTA - PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) menyoroti meningkatnya minat masyarakat terhadap emas menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. 

Lonjakan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan tradisi domestik yang mendorong pembelian emas. Direktur Investor Relations Hartadinata Abadi Thendra Crisnanda menjelaskan masyarakat semakin melihat emas sebagai instrumen penyimpan nilai yang aman.

Dinamika Geopolitik Dorong Minat Emas

Thendra menyebut bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang mendorong harga emas global. 

"Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, seperti konflik geopolitik maupun tekanan inflasi, masyarakat cenderung melihat emas sebagai sarana menabung nilai yang relatif stabil," ujarnya. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada awal Maret membuat harga emas dunia kembali naik setelah sempat mengalami koreksi di awal tahun.

HRTA menilai perhatian pasar terhadap emas tidak hanya datang dari masyarakat, tetapi juga institusi. Hal ini memperkuat posisi emas sebagai aset strategis untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Thendra menekankan bahwa kondisi ini menegaskan emas tetap diminati sebagai bentuk perlindungan nilai jangka panjang.

Pengaruh Musiman terhadap Permintaan Domestik

Selain faktor global, momentum musiman turut memperkuat permintaan emas di dalam negeri. Perayaan Tahun Baru Imlek yang berdekatan dengan Ramadan dan Idulfitri secara tradisional mendorong peningkatan pembelian emas. 

Thendra menambahkan, "Menjelang Idulfitri biasanya terjadi peningkatan aktivitas pembelian emas. Selain sebagai hadiah, masyarakat juga semakin melihat emas sebagai salah satu cara menabung untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang."

Kebiasaan ini membuat penjualan emas batangan dan perhiasan meningkat secara signifikan setiap tahunnya. Permintaan musiman menjadi dorongan tambahan bagi pasar domestik di tengah tren global yang berfluktuasi. HRTA memanfaatkan momentum ini untuk menawarkan berbagai produk emas yang sesuai kebutuhan masyarakat dan investasi jangka panjang.

Harga Emas Terkini dan Tren Pergerakan

Sepanjang Februari 2026, rata-rata harga emas tercatat di level US$5.015 per ons atau sekitar Rp2,71 juta per gram. Level ini meningkat 17 persen secara tahunan dan 6 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Harga emas bahkan ditutup pada level US$5.278 per ons mendekati rekor tertinggi yang tercapai pada Januari lalu.

Thendra menjelaskan kenaikan harga emas di pasar domestik juga didorong oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Bank Indonesia mencatat rupiah berada pada kondisi undervalued di tengah ketidakpastian global. Hal ini membuat harga emas dalam rupiah menjadi lebih tinggi meskipun perubahan fundamental di pasar emas global relatif kecil.

Bank Sentral dan Akumulasi Cadangan Emas

Selain minat masyarakat, tren akumulasi emas oleh bank sentral menunjukkan sinyal kuat terhadap kepercayaan emas sebagai aset lindung nilai. Bank Indonesia menambah 7 ton emas ke dalam cadangan nasional sepanjang 2025, sehingga total cadangan emas mencapai 85 ton pada akhir tahun.

Pada Januari 2026, pembelian kembali sekitar 2 ton emas menandakan kepercayaan terhadap emas sebagai aset yang stabil. Thendra menekankan, langkah ini sejalan dengan strategi pengelolaan cadangan nasional dan meningkatkan likuiditas pasar emas domestik. 

Hal ini juga memperkuat posisi emas sebagai instrumen investasi yang strategis dan aman di tengah volatilitas ekonomi.

Kesiapan Pasar dan Strategi Hartadinata Abadi

HRTA memproyeksikan permintaan emas terus meningkat hingga menjelang Idulfitri 2026. Perusahaan menyiapkan berbagai produk emas mulai dari batangan, perhiasan, hingga produk digital untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Thendra menyatakan, "Permintaan tetap kuat, dan kami siap menyediakan layanan yang memudahkan masyarakat dalam memperoleh emas sebagai sarana investasi dan hadiah."

Kolaborasi dengan mitra distribusi di seluruh Indonesia juga memastikan stok emas tersedia di berbagai kota. Hal ini menjadi kunci agar lonjakan permintaan tidak menimbulkan kelangkaan atau kenaikan harga yang tidak terkendali. 

HRTA menekankan bahwa kombinasi strategi pemasaran, kesiapan distribusi, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya emas sebagai aset jangka panjang menjadi faktor penentu keberhasilan musim pembelian kali ini.

Terkini