JAKARTA - Penyeberangan dari Lombok ke Bali kini menjadi moda transportasi andalan bagi masyarakat dan wisatawan.
Layanan feri ini beroperasi 24 jam penuh dengan jarak tempuh sekitar 4 jam 30 menit. Setiap hari terdapat 13 kapal feri yang siap menghubungkan Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, dengan Pelabuhan Padangbai, Bali.
Kepraktisan dan fleksibilitas waktu membuat perjalanan feri semakin diminati. Penumpang bisa memilih jadwal keberangkatan yang sesuai kebutuhan tanpa khawatir tertinggal. Moda ini juga mendukung mobilitas ekonomi dan pariwisata antarpulau secara lebih lancar.
“Kami ingin memastikan penumpang sampai tujuan dengan aman dan nyaman. Feri ini memudahkan perjalanan sehari-hari maupun liburan,” ujar petugas pelabuhan. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya pelayanan yang baik bagi seluruh pengguna.
Jadwal Kapal Lembar ke Padangbai
Perjalanan dari Pelabuhan Lembar ke Pelabuhan Padangbai dilayani secara rutin setiap hari. Kapal pertama berangkat pukul 00:00 dengan KMP Dharma Ferry VIII, sementara kapal terakhir pukul 22:30 dengan KMP Shita Giri Nusa. Perjalanan feri menempuh jarak 38 mil laut dengan durasi sekitar 4 jam 30 menit.
Berikut jadwal lengkap Selasa, 3 Maret 2026:
00:00 KMP Dharma Ferry VIII
01:30 KMP Prima Nusantara
04:00 KMP Athayana
06:30 KMP Rhama Giri Nusa
09:00 KMP Gerbang Samudra 3
11:30 KMP Gemilang VIII
13:30 KMP Roditha
15:00 KMP Putri Yasmin
16:30 KMP Dharma Ferry IX
18:00 KMP Nusa Bhakti
19:30 KMP Munic 1
21:00 KMP PBK Muryati
22:30 KMP Shita Giri Nusa
Penumpang disarankan datang lebih awal agar tidak terburu-buru. Petugas juga menekankan pentingnya memeriksa tiket dan identitas sebelum naik kapal. Hal ini mendukung keamanan dan kelancaran perjalanan.
Jadwal Kapal Padangbai ke Lembar
Rute dari Bali menuju Lombok juga dilayani sebanyak 13 kapal feri setiap hari. Kapal pertama berangkat pukul 00:00 dengan KMP Portlink II, dan kapal terakhir pukul 22:30 menggunakan KMP Dharma Ferry IX. Rute ini menempuh jarak dan waktu yang sama dengan lintasan sebaliknya.
Jadwal lengkap Selasa, 3 Maret 2026:
00:00 KMP Portlink II
01:30 KMP Wihan Bahari
04:00 KMP Parama Kalyani
06:30 KMP Salindo Mutiara I
09:00 KMP Dharma Ferry VIII
11:30 KMP Prima Nusantara
13:30 KMP Athayana
15:00 KMP Rhama Giri Nusa
16:30 KMP Gerbang Samudra 3
18:00 KMP Gemilang VIII
19:30 KMP Roditha
21:00 KMP Putri Yasmin
22:30 KMP Dharma Ferry IX
“Penumpang harus memastikan jadwal dan identitas sesuai agar tiket bisa diterbitkan. Kedatangan tepat waktu sangat membantu kelancaran perjalanan,” jelas petugas pelabuhan. Kepatuhan terhadap prosedur ini juga mengurangi antrean di loket.
Harga Tiket Penumpang dan Kendaraan
Tarif penyeberangan mencakup penumpang dewasa, bayi, serta berbagai kendaraan. Dewasa dikenakan Rp 65.300, sementara bayi Rp 6.100 per penumpang. Sistem tarif ini memastikan semua golongan penumpang dapat menggunakan layanan feri dengan mudah.
Harga kendaraan dibedakan berdasarkan golongan dan jenis. Golongan I hingga IX tersedia, mulai dari kendaraan penumpang kecil hingga kendaraan besar dan barang. Misalnya, Golongan I Rp 81.600, Golongan IV kendaraan penumpang Rp 1.184.100, dan Golongan IX Rp 8.265.800.
Penentuan harga ini mengikuti kapasitas kapal dan jarak tempuh. Petugas menyarankan calon penumpang maupun pemilik kendaraan mempersiapkan pembayaran sesuai golongan agar proses naik kapal lebih lancar. Dengan tarif yang jelas, perjalanan antarpulau menjadi teratur dan nyaman.
Persiapan Penumpang Sebelum Naik Kapal
Sebelum berangkat, penumpang disarankan menyiapkan tiket dan dokumen identitas. Kedatangan lebih awal membantu menghindari kepadatan di area pelabuhan. Perlengkapan pribadi seperti obat-obatan dan air minum juga disarankan dibawa untuk kenyamanan perjalanan.
Petugas pelabuhan menekankan, “Datang lebih awal dan siapkan tiket agar perjalanan lancar. Penumpang yang siap akan menikmati perjalanan dengan tenang dan nyaman.” Persiapan ini mendukung keamanan serta keselamatan penumpang di atas kapal.
Selain itu, penumpang juga dianjurkan menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan aktivitas harian. Dengan perencanaan yang baik, perjalanan antarpulau bisa lebih efisien. Semua langkah ini membuat layanan feri menjadi lebih ramah pengguna.
Makna Perjalanan Feri bagi Mobilitas dan Pariwisata
Penyeberangan Lombok-Bali bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga penggerak ekonomi dan pariwisata. Kapal feri memudahkan distribusi logistik, mobilitas harian masyarakat, dan kunjungan wisata antarpulau. Hal ini mendukung pertumbuhan usaha kecil, pariwisata, dan aktivitas sosial di kedua wilayah.
“Feri memudahkan masyarakat dan wisatawan sampai tujuan dengan aman dan nyaman. Moda ini juga membantu mendukung kegiatan ekonomi antarpulau secara efektif,” ujar petugas pelabuhan. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kapal feri dalam menjaga mobilitas masyarakat.
Dengan jadwal lengkap, layanan 24 jam, dan tarif yang jelas, perjalanan Lombok-Bali menggunakan feri menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Penumpang dapat mengatur waktu, menikmati perjalanan, dan tetap aman selama menyeberang. Moda transportasi ini menunjukkan bagaimana pelayanan publik mendukung mobilitas modern dan pariwisata berkelanjutan.