JAKARTA - PT Xurya Daya Indonesia mencatat capaian signifikan dengan lebih dari 300 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga akhir 2025.
Proyek ini meliputi sistem on-grid dan hybrid off-grid yang tersebar di berbagai wilayah nasional. Transformasi strategis ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat fondasi bisnis dan ekosistem energi surya di Indonesia.
Managing Director Xurya, Eka Himawan, menekankan bahwa penggunaan PLTS kini menjadi bagian dari strategi operasional jangka panjang perusahaan-perusahaan. Penerapan energi surya di sektor komersial dan industri terus meningkat. Regulasi terkait energi terbarukan juga semakin memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam mengembangkan proyek.
Perusahaan mengedepankan diversifikasi ke skema hybrid off-grid dan Independent Power Producer (IPP). Diversifikasi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi terbarukan skala besar di sektor industri. Langkah ini diharapkan mampu memperluas adopsi energi bersih dan mendukung target nasional penurunan emisi karbon.
Peran Regulasi dan Kepastian Hukum
Terbitnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 5 Tahun 2025 menjadi langkah penting dalam memperkuat kepastian hukum. Regulasi ini mengatur pedoman perjanjian jual-beli listrik dari pembangkit energi terbarukan. Dengan kepastian hukum yang lebih jelas, proyek PLTS skema IPP dapat berjalan lebih efisien dan aman.
Regulasi juga membantu perusahaan menarik minat investor dan mitra strategis. Kepastian dalam mekanisme jual-beli listrik mendorong lebih banyak perusahaan berani mengadopsi energi surya. Hal ini menjadi dorongan tambahan untuk ekspansi PLTS di sektor industri dan komersial.
Dengan payung hukum yang jelas, pengembangan proyek PLTS dapat terencana dan berkelanjutan. Kepastian ini penting agar proyek-proyek energi bersih dapat berkontribusi secara maksimal terhadap ketersediaan energi nasional. Perusahaan optimistis langkah ini akan mendukung pertumbuhan jangka panjang industri energi surya.
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Selain proyek fisik, Xurya menekankan pentingnya pengembangan SDM melalui program Solar Academy Indonesia (SAI). Program ini memberikan pelatihan teknis bagi mitra Engineering, Procurement, and Construction (EPC) lokal. Materi pelatihan mencakup instalasi, standar keselamatan PLTS, dan mitigasi risiko kebakaran.
Sejak 2024, ratusan peserta telah mengikuti program ini. Pelatihan direncanakan akan diperluas pada 2026 untuk menjangkau lebih banyak profesional. Fokus pada SDM memastikan proyek PLTS tidak hanya terpasang, tetapi juga dikelola secara aman dan efisien.
Investasi dalam SDM juga memperkuat kualitas layanan dan kehandalan proyek. Mitra yang terlatih mampu mengoptimalkan instalasi dan pemeliharaan PLTS. Hal ini berkontribusi pada peningkatan kepercayaan pengguna terhadap teknologi energi terbarukan.
Capaian Proyek dan Kontribusi Lingkungan
Hingga akhir 2025, total kapasitas terpasang PLTS Xurya telah melampaui 200 megawatt (MW). Sistem ini digunakan oleh lebih dari 100 perusahaan dari sektor manufaktur, logistik, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga kawasan industri. Proyek-proyek ini menghasilkan sekitar 367.118 megawatt hour (MWh) energi bersih per tahun.
Kontribusi lingkungan juga signifikan, dengan pengurangan emisi karbon hingga 328.204 ton per tahun. Energi bersih ini mendukung perusahaan dalam mencapai target rendah karbon dan energi berkelanjutan. Adopsi PLTS skala besar di sektor industri diharapkan menjadi model bagi perusahaan lain.
Perluasan proyek PLTS tidak hanya berdampak pada energi bersih, tetapi juga efisiensi biaya. Perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Langkah ini selaras dengan upaya global mengurangi jejak karbon dan meningkatkan ketahanan energi nasional.
Rencana Ekspansi 2026 dan Strategi Bisnis
Memasuki 2026, Xurya menargetkan perluasan proyek PLTS di sektor industri. Peningkatan kebutuhan energi rendah karbon menjadi fokus utama perusahaan. Strategi ini melibatkan peningkatan kapasitas proyek on-grid dan hybrid off-grid di berbagai wilayah strategis.
Perusahaan juga berencana mengembangkan skema IPP lebih luas untuk mendukung pasokan energi bersih skala besar. Kolaborasi dengan mitra strategis dan investor menjadi bagian penting dalam rencana ekspansi. Strategi ini diharapkan mampu memenuhi permintaan industri sekaligus memperkuat ekosistem energi terbarukan nasional.
Diversifikasi layanan PLTS dan penguatan kapasitas SDM menjadi pilar utama pertumbuhan. Dengan fondasi yang solid, Xurya optimistis dapat meningkatkan penetrasi pasar energi surya. Perusahaan menargetkan dampak positif tidak hanya bagi bisnis, tetapi juga kontribusi signifikan terhadap lingkungan dan keberlanjutan energi di Indonesia.