SPKLU

Infrastruktur SPKLU di Tol Trans Jawa Siap Dukung Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Infrastruktur SPKLU di Tol Trans Jawa Siap Dukung Kelancaran Mudik Lebaran 2026
Infrastruktur SPKLU di Tol Trans Jawa Siap Dukung Kelancaran Mudik Lebaran 2026

JAKARTA - Perjalanan menggunakan kendaraan listrik di jalur Tol Trans Jawa kini semakin didukung dengan infrastruktur yang memadai. 

Pengelola jalan tol memastikan fasilitas pengisian daya tersedia di berbagai rest area sepanjang jalur utama tersebut. Kehadiran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik saat perjalanan jarak jauh.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna kendaraan listrik yang melakukan perjalanan antarkota. Dengan ketersediaan fasilitas pengisian daya, pengendara tidak perlu lagi khawatir mengenai daya baterai kendaraan selama perjalanan. Infrastruktur ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

PT Jasamarga Transjawa Tol melalui pengelola jalan tol memastikan bahwa fasilitas SPKLU telah tersebar di sejumlah titik strategis. Penyebaran ini dilakukan terutama di rest area yang memiliki kapasitas besar dan fasilitas lengkap. Dengan begitu, pengguna kendaraan listrik dapat memanfaatkan layanan pengisian daya dengan lebih mudah dan aman.

Penyebaran SPKLU di Puluhan Rest Area

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol Ria Marlinda Paalo menjelaskan bahwa saat ini SPKLU telah tersedia di puluhan lokasi rest area. Fasilitas tersebut tersebar di berbagai ruas Tol Trans Jawa yang ramai dilalui kendaraan. Jumlah unit SPKLU yang tersedia juga cukup banyak untuk melayani pengguna kendaraan listrik.

“Untuk SPKLU ada di 40 lokasi sebanyak 155 unit SPKLU,” ujar Ria. Ketersediaan fasilitas ini menjadi salah satu bentuk kesiapan infrastruktur jalan tol dalam mendukung kendaraan listrik. Hal ini sekaligus memberikan rasa aman bagi pengguna kendaraan listrik yang akan melakukan perjalanan jauh.

Sebagian besar SPKLU ditempatkan di rest area tipe A yang memiliki kapasitas parkir lebih luas. Lokasi ini dinilai paling cocok karena dapat menampung lebih banyak kendaraan yang sedang melakukan pengisian daya. Dengan kapasitas yang lebih besar, proses pengisian daya dapat berlangsung lebih tertib dan nyaman.

“Itu tipe A semua karena memang rata-rata yang menerima parkir cukup banyak, cukup besar memang di tipe A untuk SPKLU,” kata dia. Penempatan SPKLU di rest area besar juga memudahkan pengelolaan fasilitas serta memaksimalkan pelayanan bagi pengguna jalan tol. Langkah ini menjadi bagian dari strategi meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik.

Penambahan Rest Area Fungsional untuk Pemudik

Selain menghadirkan fasilitas SPKLU, pengelola tol juga menambah jumlah rest area yang dapat dimanfaatkan pengguna jalan. Penambahan ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama musim mudik. Dengan adanya fasilitas tambahan, pengguna jalan memiliki lebih banyak pilihan tempat beristirahat.

Pada tahun ini terdapat dua rest area fungsional tambahan yang disiapkan di jalur Tol Trans Jawa. Penambahan ini membuat total rest area yang tersedia di sepanjang jalur tersebut mencapai 42 lokasi. Rest area tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan di lokasi istirahat yang sudah ada sebelumnya.

“Kami ada dua tambahan rest area fungsional yang bisa dimanfaatkan, jadi total ada 42 rest area,” ujarnya. Keberadaan rest area tambahan ini juga bertujuan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan yang melakukan perjalanan jarak jauh. Dengan fasilitas yang memadai, pemudik dapat beristirahat dengan lebih aman.

Lokasi Strategis Rest Area Tambahan

Dua rest area fungsional tersebut berada di ruas Tol Semarang–Solo. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan kondisi perjalanan pengguna jalan yang sering merasa lelah di titik tersebut. Oleh karena itu, rest area tambahan disiapkan agar pengguna jalan dapat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.

“Rest area fungsional itu di titik-titik yang kami perkirakan menjadi titik lelah pengguna jalan, yaitu di KM 444 dan KM 439 di ruas Semarang–Solo,” kata Ria. Lokasi tersebut dianggap strategis karena berada di jalur perjalanan yang cukup panjang. Dengan adanya rest area tambahan, pengemudi dapat berhenti sejenak untuk memulihkan kondisi.

Meski disebut sebagai rest area fungsional, fasilitas di dalamnya tetap disiapkan secara memadai. Pengguna jalan tetap dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dasar yang tersedia di lokasi tersebut. Hal ini dilakukan agar rest area tersebut benar-benar dapat melayani kebutuhan pemudik.

“Jadi dua rest area ini memang disebut fungsional, namun fasilitasnya sudah lengkap di dalam. Sudah cukup banyak untuk masjid, parkir, dan lainnya,” ujarnya. Fasilitas yang lengkap diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan selama perjalanan.

SPKLU Tersebar di Berbagai Ruas Tol Utama

Secara keseluruhan, fasilitas SPKLU di Tol Trans Jawa tersebar di berbagai ruas tol utama. Jaringan pengisian daya ini mencakup jalur yang menghubungkan kawasan Jabodetabek hingga wilayah Jawa Timur. Penyebaran yang luas tersebut memudahkan pengguna kendaraan listrik saat melakukan perjalanan antarkota.

Beberapa lokasi SPKLU berada di ruas Tol Jakarta–Cikampek, Tol Cipularang, Tol Batang–Semarang, serta Tol Semarang–Solo. Selain itu fasilitas pengisian daya juga tersedia di ruas tol wilayah Jawa Timur seperti Tol Surabaya–Mojokerto dan Tol Gempol–Pasuruan. 

Keberadaan fasilitas ini memastikan pengendara kendaraan listrik tetap dapat mengisi daya di sepanjang jalur perjalanan.

Kapasitas SPKLU yang tersedia di berbagai rest area juga cukup beragam. Mulai dari AC charger dengan daya 7,4 kW hingga 22 kW, hingga fasilitas DC fast charging dengan kapasitas 50 kW sampai 200 kW. Variasi kapasitas ini memberikan pilihan bagi pengguna kendaraan listrik sesuai kebutuhan pengisian daya kendaraan mereka.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index